10 Juni, 2009

GoGreen

Seni Menyeduh Teh, Bukan Asal Seduh..

Malam itu sejumlah meja telah terisi pengunjung. Sejumlah orang tengah asyik mengobrol di sekeliling meja itu. Tiba-tiba, seorang juru saji meletakkan seperangkat alat minum teh di meja itu. Kemudian mereka asyik menonton seseorang yang tampaknya ahli dalam menyeduh teh beraksi.

Dengan tekun mereka mengamati jagoan teh ini mengangkat satu per satu alat-alat yang digunakan, mulai dari mangkuk kecil, teko, cangkir kecil, hingga pemanas air. Dengan cekatan ia menyeduh teh.

”Menyeduh teh tidak boleh asal-asalan. Salah menyeduh, khasiat teh malah bisa hilang,” kata Endar Hadi Purwanto (46), jagoan teh, yang juga pemilik Ho Teh Tiam, kedai teh yang berada di Jalan Monginsidi, Kota Medan.

Endar mengatakan, terlalu lama teh diseduh akan mengakibatkan tanin atau getah teh di dalam dauh teh akan keluar. Akibatnya, penikmat teh malah tidak bisa merasakan khasiat teh. Untuk itu, dalam hitungan kurang dari 40 detik untuk jenis teh tertentu harus dikeluarkan dari penyeduhan dan dimasukkan ke dalam teko. Dari teko air teh yang segar dan berkhasiat dibagikan ke dalam cankir-cangkir kecil.

Seni menyeduh teh ini sebenarnya tidak asing di Kota Medan. Akan tetapi, semula memang hanya sedikit orang yang ikut. Para penikmat teh berkumpul dan mendirikan Medan Tea Club (MTC) pada 1999. Semula mereka hanya terdiri atas masyarakat beretnis Tionghoa, tetapi sejak setahun yang lalu MTC terbuka untuk semua orang.

”Kami ingin menyosialisasikan seni menyeduh teh ini agar bisa dilestarikan,” kata Endar. Mereka yang berminat bisa bergabung dengan MTC. Anggota MTC biasa berkumpul pada Sabtu siang. (NDY/MAR)

Sumber: Kompas

Bamboo